Button Text! Submit original article and get paid. Find out More

Cara Membuat NPWP Online : Nggak Perlu Ribet dan Cepat!

Cara membuat NPWP Online – Salah satu cara menjadi warga negara yang baik adalah dengan membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kamu wajib memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Apa itu NPWP? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak yang digunakan untuk tanda pengenal dan administrasi pada saat melakukan hak dan kewajiban perpajakan. Setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP, tidak boleh lebih.

Dimana dalam NPWP tersebut tertulis 15 digit nomor. 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak dan 6 digit berikutnya adalah kode administrasi.  Lalu, apakah memiliki NPWP wajib? Jika kamu menerima penghasilan kena pajak dari perusahaan tempatmu bekerja ataupun dari usaha sendiri tentu kamu harus memiliki NPWP – cara membuat NPWP Online.

Apa itu NPWP Online?

NPWP online adalah NPWP yang dibuat secara online. Seperti yang kita ketahui, daftar NPWP online sangatlah mudah. Kamu tidak perlu mengantri di kantor Pajak, hanya dengan mengurus NPWP online lewat website resmi Dirjen Pajak. Lalu apa saja persyaratan untuk membuat NPWP online?

Persyaratan Untuk Membuat NPWP Online

Persyaratan dokumen untuk mendaftar npwp online :

  • Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (Non Usahawan), dokumen yang dibutuhkan antara lain, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia. Sementara itu, fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dibutuhkan bagi orang asing (WNA) yang ingin mendaftar NPWP.
  • Lain hanya dengan Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, dokumen yang dibutuhkan diantaranya fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia, fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal untuk WNA, serta surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pihak yang berwenang.
  • Sementara itu untuk Wajib Pajak Badan, dokumen yang diperlukan diantaranya fotokopi akta pendirian dan perubahan atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat (untuk bentuk badan usaha tetap), fotokopi NPWP penanggung jawab badan usaha, dan fotokopi KTP yang masih berlaku dari orang sebagai penanggung jawab untuk WNI. Lain halnya untuk WNA, yang dibutuhkan antara lain paspor dan surat keterangan tempat kegiatan usaha dari lembaga yang berwenang.
  • Bagi bendaharawan sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong, dokumen yang diperlukan diantaranya fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara dan fotokopi KTP bendahara.
  • Bagi Joint Operation (JO) sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong, dokumen yang diperlukan diantaranya fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian sebagai Joint Operation, fotokopi KTP untuk WNI. Sementara itu, untuk orang asing yang dibutuhkan adalah paspor sebagai penanggung jawab, serta fotokopi NPWP pimpinan/penanggung jawab JO.

Jika persyaratan dokumen sudah lengkap, kini kamu bisa daftar NPWP online sendiri. Seperti apa caranya?

Cara Membuat NPWP Online

1. Buka website Dirjen Pajak dengan mengklik link berikut. Log in dengan email dan password yang telah kamu buat.

2. Jika belum pernah mendaftar, lakukan pendaftaran terlebih dulu dengan mengklik tombol daftar. Isi data “Pendaftaran Akun” dengan email dan password.

3. Setelah itu, kamu akan mendapatkan email aktivasi akun dari Dirjen Pajak. Lakukan aktivasi dengan mengklik link yang terdapat pada email tersebut.

4. Setelah aktivasi berhasil, login ke sistem e-Registration dengan memasukkan email dan password akun yang telah Anda buat. Setelah login, Anda akan dibawa ke halaman Registrasi Data Wajib Pajak untuk memulai proses pembuatan NPWP. Isi data dengan benar pada formulir yang tersedia, lakukan secara bertahap. Jika semua data sudah benar, maka akan muncul surat keterangan terdaftar sementara.

5. Setelah semua data lengkap, pilih tombol daftar untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak secara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.

6. Kemudian, cetak dokumen berupa Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara.

7. Setelah dokumen dicetak, tandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan siapkan dokumen persyaratan NPWP pribadi untuk dikirimkan bersama ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar melalui pos atau datang langsung ke KPP. Pengiriman dokumen selambat-lambatnya 14 hari setelah dokumen dicetak.

8. Selain lewat pos, kamu juga bisa memindai (scan) dokumen Anda dan mengunggahnya dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registration tadi.

9. Setelah berkas dikirim, kamu tinggal menunggu kartu NPWP jadi dan akan dikirim ke alamat rumah kamu melalui pos.

Cukup mudah kan cara membuat NPWP online? Silahkan langsung dipraktekkan ya.

Cara Cek NPWP Online, Sudah Valid Atau Belum?

Nomor NPWP bersifat sangat rahasia. Oleh karena itu, kamu tidak bisa sembarangan memberikan nomor NPWP ke orang lain. Ketika sudah memiliki NPWP tentunya kamu ingin tahu dong apakah NPWP milikmu sudah valid atau belum. Cek NPWP online berdasarkan nama ternyata sangat mudah. Kamu hanya tinggal mengunjungi website https://ssereg.pajak.go.id/ kemudian masukkan nomor NPWP kamu. Lalu, arahkan mouse ke kolom email, tunggu beberapa saat. Jika nama kamu muncul berarti NPWP kamu masih terdaftar.

Selain lewat online, cek NPWP online berdasarkan nama juga bisa dilakukan  melalui 3 cara berikut ini :

1. Mengirim email

Untuk mengecek apakah NPWP kamu masih terdaftar atau tidak, kamu bisa mengirimkan email ke pengaduan@pajak.go.id. Selain itu, kamu juga bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pajak.

2. Menelepon Kring Pajak

Selain lewat email, kamu juga bisa menghubungi Kring Pajak di nomor 1500200. Lalu sampaikan permasalahan kamu mengenai NPWP.

3. Mengirim faksimili

Ketiga, kamu bisa mengirimkan faksimili ke nomor (021) 5251245 untuk mengecek NPWP dan masalah perpajakan yang sedang kamu hadapi.

Itulah tips cara cek NPWP online apakah sudah valid atau belum. Ternyata, mudah kan?

Manfaat Punya NPWP, Apa Saja?

Mungkin banyak dari kita yang masih bertanya-tanya apa gunanya memiliki NPWP. Tentunya sebagai warga negara yang baik, kita mengikuti peraturan yang ada. Salah satunya dengan membayar pajak menggunakan NPWP. Tapi, apakah manfaat NPWP hanya itu saja?

Berikut ini beberapa manfaat punya NPWP :

• Sebagai persyaratan administrasi

Salah satu manfaat mempunyai NPWP adalah untuk melengkapi persyaratan administrasi seperti di Bank dan Kantor Pos. Berikut 5 manfaat NPWP sebagai persyaratan administrasi :

Ketika kamu ingin mengajukan kredit di Bank, NPWP adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar kamu mendapatkan kredit tersebut.

Kedua, jika kamu ingin membuat rekening koran, maka kamu wajib menyiapkan NPWP sebagai salah satu persyaratan dokumen sehingga pihak bank membuat Rekening Koran yang kamu ajukan. Rekening Koran hanya diperuntukkan untuk badan usaha atau perusahaan bukan individu.

Ketiga, jika kamu ingin membuka usaha, tentu harus mendapatkan ijin terlebih dulu. Oleh karena itu, NPWP wajib digunakan sebagai syarat untuk mengajukan permohonan SIUP atau Surat Ijin Usaha Perdagangan.

Keempat, NPWP juga digunakan untuk memenuhi persyaratan ketika kamu ingin membuat paspor.

Kelima, jika kamu ingin membayar Pajak Final, tentunya kamu wajib menyertakan nomor NPWP. Jadi jangan sampai lupa membawa kartu NPWP kamu ya.

• NPWP memudahkan urusan perpajakan

Selain untuk membayar pajak, manfaat NPWP yang lain tentu memudahkan segala urusan perpajakan. Mulai dari mengurus restitusi pajak, mengajukan pengurangan untuk pembayar pajak, hingga menyetor pajak penghasilan.

Demikian ulasan lengkap mengenai cara membuat NPWP online, semoga bermanfaat. Ingat, orang bijak bayar pajak!

*share artikel ini ya!

Leave a Reply